Jumat, 11 April 2014

TUGAS 1 IBD(SOFTKILL)

KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS PEMBUNUHAN ADE SARA

Jakarta - Ahmad Imam Al-Hafitd (19) pura-pura panik saat rekan-rekan sekolah Ade Sara Angelina Suroto (19) dari SMAN 36 bertanya mengenai kabar hilangnya mahasiswi UMB tersebut. Kabar Sara hilang merebak pada Selasa (4/4/2014).

Kezia, rekan SMA Sara, sempat berkomunikasi dengan Hafitd lewat BBM pada Selasa pukul 22.32 WIB. Saat itu Kezia bertanya apakah Hafitd mengetahui keberadaan Sara.

"Dia malah panik dan balik tanya Sara pergi ke rumah temannya atau bagaimana," kata Kezia yang berada di SMA 36, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (7/3/2014). Sara, Sifa dan Hafitd berasal dari SMA yang sama.

Karena Hafitd sepertinya tak tahu mengenai kondisi Sara, Kezia menjelaskan bahwa Sara hilang di Gondangdia. "Dia malah tanya di BBM itu serius?" katanya.

Sandiwara Hafitd berlanjut. Dia berpura-pura tak tahu dan bertanya apakah Sara hilang atau diculik. Dia juga mengaku tak pernah ada masalah dengan Sara.

"Dia mengaku tak pernah ada masalah sama sekali dengan Sara. Tapi ini sepertinya tulisan Sifa deh, jadi mungkin saja saat itu dia lagi bersama Sifa," katanya.

Sara dibunuh pada Senin (3/3) lalu oleh Hafitd dan Sifa. Saat itu ketiganya bertemu di Gondangdia, lalu Sara dibunuh di dalam mobil Kia Visto.

Jenazah Sara dibuang di pinggir Tol Bintara KM 49. Jenazahnya ditemukan petugas PT Jasa Marga pada Rabu (5/3) pukul 06.30 WIB. Semula jenazah itu diduga korban tabrak lari. Namun setelah dicocokkan sidik jarinya dengan e-KTP, terungkaplah identitas Sara dan tragedi yang terjadi.


Jakarta - Mobil bernopol B 8328 JO KIA Visto, saksi bisu tempat eksekusi Ade Sara Angelina Suroto (19) oleh mantan pacarnya Ahmad Imam Al Hafitd alias Hafitd (19) dan kekasihnya Assyifa Ramadhani alias Sifa (19) mengalami mogok berkali-kali. Hafitd akhirnya membawa mobil itu ke bengkel.

Mobil itu tiba-tiba mogok setelah Hafitd dan Sifa menghabisi nyawa Sara pada Selasa 4 Maret 2014 pukul 00.30 WIB.

"Mobil Hafitd tiba-tiba mogok. Pelaku meminta tolong sopir taksi untuk mengecharge aki sampai mobil hidup lagi," kata Kasat Reskrim Polres Bekasi Kota, Kompol Nuredy Irwansyah, di halaman Polres Bekasi Kota, Jalan Pramuka nomor 79, Bekasi Kota, Jumat (7/3/2014).

Saat itu, Sifa dan jasad Sara tetap berada di dalam mobil. Sifi duduk di bangku depan, samping Hafitd. Sedangkan jasad Sara ditutupi selendang pashmina duduk di kursi belakang.

"Akhirnya mobil menyala. Sekitar 200 meter, mobil itu mogok lagi," ujar Nuredy.

Hafitd lalu meminta tolong pengendara mobil lain yang melintas untuk mengecharge akinya.

"Setelah mobil hidup, dan jalan beberapa meter mati lagi mobilnya," kata Nuredy.

Mahasiswa Kalbis Institute itu kemudian menelepon temannya dan meminta dibelikan aki. Mobil akhirnya jalan namun tetap mengalami ngadat.

"Akhirnya dibawa ke Rawamangun. Hafitd mencari bengkel dan mobil diperbaiki," kata Nuredy.
Ketika berada di bengkel, mayat Sara yang 'dijaga' Sifa tetap berada di dalam mobil.


Jakarta - Ahmad Imam Al Hafitd alias Hafitd (19) meminta tolong temannya untuk membelikan aki gara-gara mobil B 8328 JO KIA Visto mogok berulang kali setelah menghabisi nyawa mantan pacarnya Ade Sara Angelina Suroto (19). Jasad Sara yang ditutupi selendang pashmina itu mengundang tanda tanya sang teman.

Hafitd menyambut temannya yang datang memberikan aki. Ia keluar dari mobil.

"Lo bertiga?" kata Kasat Reskrim Polres Bekasi Kota, Kompol Nuredy Irwansyah, menirukan ucapan teman Hafitd, di halaman Polres Bekasi Kota, Jalan Pramuka nomor 79, Bekasi Kota, Jumat (7/3/2014).

Saat itu, kekasih Hafitd Assyifa Ramadhani alias Sifa (19) duduk di bangku samping Hafitd. Sedangkan jasad Sara duduk di kursi belakang dengan 'diselimuti' pashmina.

Melihat 'pemandangan' itu, teman lalu bertanya lagi kepada Hafitd. "Teman Hafitd bertanya, itu siapa di dalam mobil? Hafitd jawab, mayat," Nuredy.

Menurut Nuredy, teman Hafitd kaget dan terdiam. "Teman Hafitd lalu pergi setelah memberikan aki," ujar Nuredy.

Mobil Hafitd kemudian jalan lagi. Namun, mobil tersebut tetap ngadat dan akhirnya Hafitd membawanya ke bengkel di pinggiran jalan. Saat dibawa ke bengkel, Sifa dan jasad Sara tetap berada di dalam mobil.


Jakarta - Ahmad Imam Al-Hafitd (19) bersama kekasihnya Assyifa Ramadhani alias Sifa (19) ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto (19). Hafitd dulunya dikenal sebagai sosok yang sering bergaul dengan tetangga, namun belakangan berubah.

"Dia orangnya dulu baik dan ramah, tapi beberapa tahun ini jarang kelihatan," ujar Arie Anggoro, ketua RT tempat Hafitd dan orang tuanya tinggal ketika ditemui, Jumat (7/3/2014).

Ketua RT 5 RW 8, Pulogebang, Jaktim ini mengatakan, Hafitd sudah jarang bergaul dengan tetangga sejak berada di bangku SMA dan masuk perguruan tinggi. Kalau tengah berpapasan dengan tetangga, kata Arie, Hafitd hanya bertegur sapa ala kadarnya.

"Ya kalau ketemu cuma ndingkluk (menunduk)," ujar Arie.

Di mata tetangganya, Hafitd dikenal sebagai anak dari Dr Soemantri. Keluar Soemantri mengontrak salah satu rumah di Pulogebang Jaktim.


"Kami tahunya mereka berasal dari Padang," kata Arie.

komentar saya :
pasangan pembunuh ini membunuh hanya karena sang cwo takut direbut kembali oleh mantannya, jadi mereka membunuh karena faktor emosi atau kecemburuan yang berlebihan, jadi menurut saya pasang ini rehabilitas terlebih dahulu baru dihukum seberat beratnya.