ALU (Arithmatic Logic Unit )
Assalamualaikum wr wb sahabat blogger...
kali ini saya mendapat tugas dari Kuliah Organisasi Sistem Komputer untuk menjelaskan / menuliskan apa yang saya
tentang ALU.
ALU merupakan salah satu bagian atau komponen
dalam sistem di dalam sistem komputer yang berfungsi melakukan operasi ataupun perhitungan
aritmatika dan logika (Contoh operasi aritmatika adalah operasi penjumlahan dan
pengurangan, sedangkan contoh operasi logika adalah logika AND dan OR).
Perhitungan dalam ALU menggunakan kode biner, yang
merepresentasikan instruksi yang akan dieksekusi (opcode) dan data yang diolah
(operand). ALU biasanya menggunakan sistem bilangan biner two’s complement. ALU
mendapat data dari register. Kemudian data tersebut diproses dan hasilnya akan
disimpan dalam register tersendiri yaitu ALU output register, sebelum disimpan
dalam memori.
Pada saat sekarang ini sebuah chip atau IC dapat mempunyai
beberapa ALU sekaligus yang memungkinkan untuk melakukan kalkulasi secara
paralel. Salah satu chip ALU yang sederhana (terdiri dari 1 buah ALU) adalah IC
74LS382/HC382ALU (TTL). IC ini terdiri dari 20 kaki dan beroperasi dengan 4×2
pin data input (pinA dan pinB) dengan 4 pin keluaran (pinF).
Rangkaian pada ALU yang digunakan untuk menjumlahkan bilangan
dinamakan dengan Adder. Adder digunakan untuk memproses operasi aritmetika,
Adder juga disebut rangkaian kombinasional aritmatika.
Ada 3 jenis
adder :
1. HALF ADDER
Rangkaian Half Adder merupakan dasar penjumlahan bilangan
Biner yang terdiri dari satu bit, oleh karena itu dinamai Penjumlah Tak
Lengkap.
a. jika A =
0 dan B = 0 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 0.
b. jika A =
0 dan B = 1 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 1.
c. jika A =
1 dan B = 1 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 0
jika A = 1
dan B =1 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 0. dengan nilai pindahan cy(Carry
Out) = 1
Dengan
demikian, half adder memiliki 2 masukan ( A dan B ) dan dua keluaran ( S dan Cy
).
2. FULL
ADDER
Sebuah Full Adder menjumlahkan dua bilangan yang telah
dikonversikan menjadi bilangan-bilangan biner. Full Adder menjumlahkan dua bit
input ditambah dengan nilai Carry-Out dari penjumlahan bit sebelumnya. Output
dari Full Adder adalah hasil penjumlahan (Sum) dan bit kelebihannya
(carry-out).
3.
PARALEL ADDER
Rangkaian Parallel Adder adalah rangkaian penjumlah dari dua
bilangan yang telah dikonversikan ke dalam bentuk biner. Anggap ada dua buah
register A dan B, masing-masing register terdiri dari 4 bit biner : A3A2A1A0
dan B3B2B1B0.
Rangkaian Parallel Adder terdiri dari Sebuah Half Adder (HA)
pada Least Significant Bit (LSB) dari masing-masing input dan beberapa Full
Adder pada bit-bit berikutnya. Prinsip kerja dari Parallel Adder adalah sebagai
berikut : penjumlahan dilakukan mulai dari LSB-nya. Jika hasil penjumlahan
adalah bilangan desimal “2” atau lebih, maka bit kelebihannya disimpan pada
Cout, sedangkan bit di bawahnya akan dikeluarkan pada Σ. Begitu seterusnya
menuju ke Most Significant Bit (MSB)nya.
Beberapa tugas
lain dari ALU, yaitu :
- ALU bertugas membentuk fungsi – fungsi pengolahan data komputer.
- ALU sering disebut mesin bahasa (machine language) karena bagian ini mengerjakan instruksi – instruksi bahasa mesin yang diberikan padanya.
Fungsi-fungsi yang didefinisikan pada ALU adalah
Add(penjumlahan), Addu (penjumlahan tidak bertanda), Sub(pengurangan), Subu
(pengurangan tidak bertanda), and, or, xor, sll (shift left logical), srl
(shift right logical), sra (shift right arithmetic), dan lain-lain.
Arithmetic Logical Unit (ALU) merupakan unit penalaran secara
logic. ALU ini merupakan Sirkuit CPU berkecepatan tinggi yang bertugas
menghitung dan membandingkan. Angka-angka dikirim dari memori ke ALU untuk
dikalkulasi dan kemudian dikirim kembali ke memori. Jika CPU diasumsikan
sebagai otaknya komputer, maka ada suatu alat lain di dalam CPU tersebut yang
kenal dengan nama Arithmetic Logical Unit (ALU), ALU inilah yang berfikir untuk
menjalankan perintah yang diberikan kepada CPU tersebut.
ALU sendiri merupakan suatu kesatuan alat yang terdiri dari
berbagai komponen perangkat elektronika termasuk di dalamnya sekelompok
transistor, yang dikenal dengan nama logic gate, dimana logic gate ini
berfungsi untuk melaksanakan perintah dasar matematika dan operasi logika.
Kumpulan susunan dari logic gate inilah yang dapat melakukan perintah
perhitungan matematika yang lebih komplit seperti perintah “add” untuk
menambahkan bilangan, atau “devide” atau pembagian dari suatu bilangan. Selain
perintah matematika yang lebih komplit, kumpulan dari logic gate ini juga mampu
untuk melaksanakan perintah yang berhubungan dengan logika, seperti hasil
perbandingan dua buah bilangan.
Instruksi yang dapat dilaksanakan oleh ALU disebut dengan
instruction set. Perintah yang ada pada masing-masing CPU belum tentu sama,
terutama CPU yang dibuat oleh pembuat yang berbeda, katakanlah misalnya
perintah yang dilaksanakan oleh CPU buatan Intel belum tentu sama dengan CPU
yang dibuat oleh Sun atau perusahaan pembuat mikroprosesor lainnya. Jika perintah
yang dijalankan oleh suatu CPU dengan CPU lainnya adalah sama, maka pada level
inilah suatu sistem dikatakan compatible. Sehingga sebuah program atau
perangkat lunak atau software yang dibuat berdasarkan perintah yang ada pada
Intel tidak akan bisa dijalankan untuk semua jenis prosesor,kecuali untuk
prosesor yang compatible dengannya. Seperti halnya dalam bahasa yang digunakan
oleh manusia, instruction set ini juga memiliki aturan bahasa yang bisa saja
berbeda satu dengan lainnya. Bandingkanlah beda struktur bahasa Inggris dengan
Indonesia, atau dengan bahasa lainnya, begitu juga dengan instruction set yang
ada pada mesin, tergantung dimana lingkungan instruction set itu digunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar